Pengawasan Digital terhadap Manipulasi Kehadiran Aparatur Sipil Negara sebagai Instrumen Pencegahan Korupsi pada Administrasi Pemerintahan
Pengawasan Digital terhadap Manipulasi Kehadiran Aparatur Sipil Negara sebagai Instrumen Pencegahan Korupsi pada Administrasi Pemerintahan
Fauzan Nur Abadi
Universitas Duta Bangsa Surakarta, Indonesia
Samsul Huda
Universitas Duta Bangsa Surakarta, Indonesia
ABSTRAK
Kajian ini menganalisis bagaimana pengawasan digital terhadap kehadiran dijalankan sebagai instrumen pencegahan korupsi administratif di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam birokrasi pemerintahan daerah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih berulangnya kecurangan presensi digital meskipun sistem berbasis fingerprint, face recognition, dan geolocation telah diterapkan di sejumlah instansi pemerintah daerah. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan untuk menggali secara mendalam bagaimana ASN mengalami, memaknai, dan beradaptasi terhadap pengawasan digital, serta bagaimana praktik manipulatif muncul sebagai bentuk resistensi dalam budaya birokrasi. Informan Kajian terdiri atas ASN, pejabat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), inspektorat daerah, dan administrator sistem absensi digital, yang dipilih melalui purposive sampling dan snowball sampling hingga tercapai data saturation. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non partisipatif, dan dokumentasi, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode, member checking, dan audit trail. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang dilengkapi dengan analisis tematik. Hasil Kajian menunjukkan bahwa pengawasan digital telah memperkuat disiplin birokrasi dan kontrol administratif terhadap kehadiran ASN, namun belum sepenuhnya mampu menghapus praktik manipulatif seperti penggunaan aplikasi fake GPS, rekayasa biometrik, dan peminjaman perangkat absensi. Praktik tersebut lebih dipengaruhi oleh budaya organisasi yang permisif, lemahnya pengawasan internal, dan keterbatasan infrastruktur teknologi, dibandingkan sekadar kelemahan teknis semata, sehingga menormalisasi korupsi administratif berskala kecil. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengawasan digital hanya dapat berfungsi efektif sebagai instrumen pencegahan korupsi apabila disertai penegakan disiplin yang konsisten, budaya organisasi yang berorientasi integritas, dan kapasitas teknologi yang memadai.
Kata Kunci: Pengawasan Digital, Manipulasi Kehadiran, Aparatur Sipil Negara (ASN), Korupsi Administratif, Disiplin Birokrasi
REFERENCE
Alketbi, S., & Rahman, M. (2022). Digital monitoring systems and bureaucratic accountability in public administration. Journal of Public Administration and Governance, 12(3), 144–158.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Pearson.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2023). The Sage handbook of qualitative research (6th ed.). Sage Publications.
detikSumbagsel. (2025, June 3). 1.233 ASN di Lebong manipulasi absensi, ada kepala dinas hingga dokter. detikSumbagsel. https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7945769/1-233-asn-di-lebong-manipulasi-absensi-ada-kepala-dinas-hingga-dokter
Foucault, M. (1977). Discipline and punish: The birth of the prison. Pantheon Books.
Ismawaty, A., Bonggasau, E., & Gaming, H. S. (2025). Efektivitas implementasi absensi digital bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Kecamatan Anreapi. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 2627–2638. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1522
Kim, J., & Lee, S. (2023). Digital surveillance and organizational culture in public sector governance. Government Information Quarterly, 40(2), 1–11.
Kompas. (2025, June 6). Kasus manipulasi kehadiran ASN terus berulang, pemerintah didesak evaluasi sistem. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/kasus-manipulasi-absensi-asn-terus-berulang-pemerintah-didesak-evaluasi-sistem
Kompas.com. (2025, June 4). Bupati Aceh Timur geram 724 ASN palsukan absensi: Sanksinya, pangkas 40 persen TPP! Kompas.com. https://regional.kompas.com/read/2025/06/04/124639978/bupati-aceh-timur-geram-724-asn-palsukan-absensi-sanksinya-pangkas-40
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Monitor Indonesia. (2026, February 6). BKPSDM Cirebon ungkap dugaan manipulasi absensi digital ASN. Monitor Indonesia. https://monitorindonesia.com/nusantara/read/2026/02/620148/bkpsdm-cirebon-ungkap-dugaan-manipulasi-absensi-digital-asn/jawa-barat
Nastitie, D. P. (2025). Kasus manipulasi kehadiran ASN menjadi bukti lemahnya pengawasan digital birokrasi. Kompas.id.
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). Sage Publications.
Scott, J. C. (1985). Weapons of the weak: Everyday forms of peasant resistance. Yale University Press.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif. Alfabeta.
Vaughan, D. (1996). The Challenger launch decision: Risky technology, culture, and deviance at NASA. University of Chicago Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
License:
Copyright (c) 2025 Universitas Duta Bangsa Surakarta
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License.