Kajian Sosiolegal Penyelahgunaan Wewenang dalam Praktik Korupsi di Indonesia
Kajian Sosiolegal Penyelahgunaan Wewenang dalam Praktik Korupsi di Indonesia
Andika Rafa Hendrawan , Rojali Koiri Najib , Dinda Aprilia
Universitas Duta Bangsa Surakarta
ABSTRACT
Corruption remains one of the main obstacles to achieving good governance in Indonesia. One factor that often triggers corruption is the abuse of authority by public officials in the performance of their duties and positions. This study aims to analyze the legal framework regarding the abuse of authority in corruption crimes and to examine its implementation in the practice of combating corruption in Indonesia. This study employs a normative-empirical legal method with a sociological-legal approach. Data were collected through a literature review and document analysis of legislation, legal literature, and various empirical facts related to the practice of abuse of authority. The results of the study indicate differing understandings of the abuse of authority between administrative law and criminal corruption law, which has the potential to create legal uncertainty. Additionally, the implementation of regulations regarding the abuse of authority still faces various structural, cultural, normative, and political obstacles. This study also identified a gap between existing legal provisions (das Sollen) and the reality of government administrative practices (das Sein). Efforts to prevent corruption are insufficient if they rely solely on criminal law enforcement; they also require strengthening oversight systems, enhancing the integrity of public officials, and applying the principles of Good Governance.
Keywords: Abuse of Power, Corruption, Socio-Legal Approach, Good Governance, Welfare State
REFERENCES
Aji, A. D. (2024). Analisis yuridis pidana hukum dan hukum administrasi dalam perkara tindak pidana korupsi perspektif kajian hukum kritis. Lex Renaisans, 9(2), 309–332. https://doi.org/10.20885/JLR.vol9.iss2.art4
Azhari. (1993). Negara Hukum Indonesia: Suatu Analisis Yuridis Normatif tentang Unsur-Unsurnya [Disertasi, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia].
Bagir Manan. (2006). Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Alumni.
Bedner, A. (2016). Otonomi hukum di Indonesia. Recht der Werkelijkheid, 37(3), 10–36. https://doi.org/10.5553/RdW/138064242016037003002
Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4150).
Indonesia. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601).
Indonesia. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874).
KompasTV. (2024, 19 Mei). ICW: Tren korupsi di Indonesia terus meningkat sejak 2019, tercatat 791 kasus pada 2023. https://www.kompas.tv/nasional/508655/icw-tren-korupsi-di-indonesia-konsisten-naik-sejak-2019-tercatat-791-kasus-pada-2023
Kurniawan, T. (2021). Diskresi sebagai faktor dalam korupsi: Sebuah studi kasus dari Indonesia. Integritas Publik, 24(7), 692–701. https://doi.org/10.1080/10999922.2021.1975939
Mustandar, H., Thalib, H., & Baharuddin, H. (2021). Penyalahgunaan wewenang dalam tindak pidana korupsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Lex Generalis, 2(2), 342–347. https://doi.org/10.52103/jlg.v2i2.333
Nathasya Berlian, & Belyana Fauza. (2023). Meninjau tindakan pemerintah dalam menerapkan asas tidak menyalahgunakan izin: Analisa terhadap pelanggaran disiplin PNS. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. https://doi.org/10.5281/zenodo.8097863
Peter Guntara, Putri, G. C., & Prayoga, E. R. (2025). Pengaruh faktor sosial, lingkungan, dan kebijakan keamanan terhadap tingkat kriminalitas di kawasan perkotaan. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(6), 927–936. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1796
Pound, R. (1910). Hukum dalam buku dan hukum dalam tindakan. American Law Review, 44(1), 12–36.
Qoyyima, A., Efendi, A., & Puspaningrum, G. (2025). Diskursus mengenai pembatasan dan pertanggungjawaban penggunaan wewenang de facto organ pemerintahan. Jurnal Hukum Negara Kesejahteraan, 5(1). https://doi.org/10.56013/welfarestate.v5i1.5005
Ridwan HR. (2020). Hukum Administrasi Negara. Rajawali Pers.
Satjipto Rahardjo. (2010). Hukum dan Masyarakat. Angkasa.
Satjipto Rahardjo. (2014). Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti.
Simanjuntak, E. P. (2018). Pengujian ada tidaknya penyalahgunaan wewenang menurut Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 7(2), 237–262. https://doi.org/10.25216/jhp.7.2.2018.237-262
Uhaeni. (2021). Penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik dalam perspektif sosiologis hukum. Jurnal Konstituen, 3(1). https://doi.org/10.33701/jk.v3i1.2386
Zamroni, M. (2019). Prinsip-prinsip umum tata kelola pemerintahan yang baik di Indonesia: Apa dasar hukumnya? Varia Justicia, 15(1). https://doi.org/10.31603/variajusticia.v15i1.2464
License:
Copyright (c) 2026 Universitas Duta Bangsa Surakarta
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License.